Kamis, 09 Februari 2012

ANGGOTA GERAK "ATAS DAN BAWAH"

OUTLINE:

I.          OSTEOLOGI :
            TULANG APPENDIKULAR (skeleton appendiculare)
A.  OSSA MEMBRI SUPERIOR : CINGULUM MEMBRI SUPERIOR DAN PARS LIBERA OSSA MEMBRI SUPERIOR
·         Aplikasi klinis :
ü  Heberden’s nodes dan Bouchard’s nodes :
ü  Carpal Tunnel Syndrome (Sindroma terowongan karpal) :
ü  Fraktur klavikula :
ü  Fraktur humerus :
ü  Humerus disebut dengan “funny bone” :

B. OSSA MEMBRI INFERIOR : CINGULUM MEMBRI INFERIOR DAN PARS LIBERA OSSA MEMBRI INFERIOR

·         Perbedaan struktural dan fungsional pelvis pria dan wanita
·         Aplikasi klinis :
ü  Flat Foot, Claw Foot, CTEV:
ü  Genu varum, genu valgum,bunion :
ü  Anatomi permukaan lokasi penyuntikan pada pantat dan paha :

II.        ARTHROLOGI
·         Definisi arthrologi, kinesiologi, dan articulatio
·         Gerakan berbagai persendian

A.    PERSENDIAN UTAMA ANGGOTA GERAK ATAS
1.      Articulatio humeri
2.      Articulatio cubiti

B.     PERSENDIAN UTAMA ANGGOTA GERAK BAWAH
1.      Articulatio coxae
2.      Articulatio genu

·         Aplikasi klinis :
ü  Cedera lutut :
ü  Sprain dan strain :
ü  Bursitis :
ü  Sinovitis / Arthritis articulatio cubiti :
ü  Epikondilitis lateralis tennis elbow :
ü  Epikondilitis medialis = Pitcher’s / little League elbow :
ü  Rheumatism, Rheumatoid arthritis, Osteoarthritis, Arthritis Gout

III.       MIOLOGI
Otot-otot yang perlu diketahui pada:

            A. ANGGOTA GERAK ATAS
            B. ANGGOTA GERAK BAWAH








Referensi :

  1. Martini, Fundamentals of Anatomy & Physiology 5th ed.
  2. Tortora Grabowski , Principles of Anatomy & Physiology 9th ed.
  3. Sobotta Atlas Anatomi Manusia ed. 20 Bagian 1
  4. Sobotta Atlas Anatomi Manusia ed. 20 Bagian 2
  5. Palmer,dkk. Petunjuk Membaca Foto Untuk Dokter Umum
  6. FKUI, Kapita Selekta Kedokteran ed. 3 jilid 2
  7. Tortora, Anatomy and Physiology, Laboratory Manual 5th ed.
  8. Barbara Bates, A Guide to Physical Examination and History Taking 4th ed.



Untuk diperhatikan:

Catatan kuliah ini hanya bersifat sebagai tambahan, guna membantu mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah Anatomi. Pemahaman sepenuhnya akan didapat dalam penjelasan selama perkuliahan, penyelesaian tugas terstruktur, dan pembelajaran mandiri menggunakan literatur yang dianjurkan.









I. OSTEOLOGI
     A. TULANG APPENDIKULAR (skeleton appendiculare)
·         Skeleton appendicular : penyusun dan anatomi permukaan.
Ø  Martini 227 gambar 8-1The appendicular skeleton








A. OSSA MEMBRI SUPERIOR : CINGULUM MEMBRI SUPERIOR DAN PARS LIBERA OSSA MEMBRI SUPERIOR
CINGULUM  MEMBRI SUPERIOR
Terdiri dari clavicula dan scapula

CLAVICULA : Berbentuk seperti huruf S
SCAPULA : Berbentuk segitiga dan pipih.

PARS LIBERA OSSA MEMBRI SUPERIOR
Terdiri dari 60 tulang =
Humerus, ulna, radius, ossa carpi, ossa metacarpi, dan phalanxes.

HUMERUS
Berhubungan dengan cavitas glenoidea scapula membentuk articulatio humeri . dengan radius dan ulna membentuk articulatio cubiti.

ULNA
Terletak di sisi medial dari antebrachii dan sedikit lebih panjang dari radius.

RADIUS
Terletak di sisi lateral dari antebrachii dan sedikit lebih panjang dari radius.

OSSA CARPALIA

Sendi di antaranya disebut articulatio manum = articulatio intercarpalia
70% trauma tangan menyebabkan fraktur pada ossa scaphoideum karena tekanan pada tangan yang teregang (outstretch) diteruskan dari ossa capitatum lewat os scaphoideum ke radius.
Bagian yang perlu diketahui :
Carpal tunnel ( Terowongan carpal) : Ruangan berbentuk konkaf,yang terbentuk dari :
di bagian dorsal = os hamatum dan pisiforme (pada sisi ulnar), os scaphoideum dan trapezium (pada sisi radial)
pada bagian ventral = retinakulum flexorum.
Dilalui/terisi oleh : tendo otot-otot fleksor tangan, nervus medianus, pembuluh darah, limfe, dan jaringan ikat.

OSSA METACARPALIA
Terdiri dari  os metacarpale I s.d. V

PHALANXES
Berjumlah 14. Jari II s.d. V masing-masing mempunyai 3 phalanxes (proksimal, media, distal). Ibu jari hanya mempunyai 2 (proksimal dan distal).

·      Aplikasi klinis :
ü  Heberden’s nodes dan Bouchard’s nodes :
Pertumbuhan berlebihan tulang pada penderita osteoarthritis yang mengenai aspek dorsolateral articulatio interphalangea distal (Heberden’s nodes) dan yang lebih jarang pada articulatio interphalangea proksimal ( Bouchard’s nodes)
Ø  Barbara Bates hlm. 458

ü  Carpal Tunnel Syndrome (Sindroma terowongan karpal) :
Penyempitan terowongan karpal oleh karena inflamasi jaringan ikat menyebabkan peningkatan tekanan yang menekan struktur lain seperti pembuluh darah dan saraf, sehingga timbul gejala nyeri, kebas, serta hilangnya mobilitas pergelangan tangan.
Ø  Martini, hlm. 233

ü  Fraktur klavikula :
Klavikula memindahkan kekuatan mekanis dari anggota gerak ats ke tubuh. Jika kekuatan yang dipindahkan berlebihan, seperti pada saat jatuh bertumpu pada lengan, dapat terjadi fraktur klavikula. Klavikula merupakan tulang yang paling sering patah dengan predileksi pada sepertiga tengah oleh karena merupakan pertemuan kedua lengkung klavikula merupakan tempat terlemah.
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 218

ü  Fraktur humerus :
Letak collum chirrurgicum (surgical neck) bersesuaian dengan metafisis dari tulang humerus yang sedang tumbuh. Nama ini merefleksikan fakta bahwa fraktur sering terjadi pada tempat ini.
Ø  Martini, hlm. 230

ü  Humerus disebut dengan “funny bone” :
Perasaan aneh yang timbul saat siku terbentur, yang mengenai n. ulnaris yang berjalan pada sulcus nervi ulnaris humeri, menghasilkan rasa kebas (numbness) & paralisis dari otot-otot pada permukaan anterior dari lengan bawah.
Ø  Martini, hlm. 231


B. OSSA MEMBRI INFERIOR : CINGULUM MEMBRI INFERIOR DAN PARS LIBERA OSSA MEMBRI INFERIOR

CINGULUM MEMBRI INFERIOR
Dibentuk oleh 2 os coxae, yang bersatu di anteriornya sebagai simfisis ossis pubis. Di posterior berhubungan dengan sacrum sebagai articulatio sacroilliaca, sehingga terjadilah struktur sebagai baskom, disebut pelvis.

PARS LIBERA OSSA MEMBRI INFERIOR
Tiap sisi terdiri dari 30 tulang
Terdiri  dari :

§ Femur
§ Patella
§ Tibia
§ Fibula dari cruris
§  Ossa tarsi
§  Ossa metatarsi
§  Phalanxes


FEMUR
Merupakan tulang yang paling panjang, berat dan kuat pada tubuh.

PATELLA
Merupakan tulang sessamoid berbentuk segitiga yang berkembang di dalam tendo m.quadriceps femoris.

TIBIA
Merupakan tulang terbesar dari cruris

FIBULA
Terletak di sebelah lateral tibia.

OSSA TARSALIA
Merupakan bagian proksimal dari kaki, dan terdiri dari 7 tulang tarsal :


PHALANGES
      Seperti pada tangan   
     
·         Arcus pedis
Tulang-tulang penyusun kaki membentuk dua arkus yaitu arcus lateralis dan arcus transversalis.
Arcus pedis ini memungkinkan kaki :
o menahan berat badan, menyedikan distribusi yang ideal dari berat badan terhadap jaringtan keras dan lunak pada kaki.
o menyediakan daya angkat ketika berjalan.
      Arcus ini tidak rigid, terbentuk ketika kaki menrima bebandan kembali melenting ketika beban dihilangkan, dengan demikian membantu mengabsorpsi hentakan selama berjalan.
Biasanya arkus tersebut terbentuk sempurna saat usia 12 – 13 bulan.
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 237 Gambar 8-17
·         Perbedaan struktural dan fungsional pelvis pria dan wanita
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 230-1 Tabel 8-1 Comparison of Male and Female Pelvis
·      Aplikasi klinis :
ü  Flat Foot, Claw Foot, CTEV:
Flat foot = melemahnya ligamentum/tendo pada kaki, sehingga ketinggian arcus longitudinalis bagian medial berkurang / “jatuh”. Etiologi = berat badan berlebihan, postur abnormal, melemahnya jaringan penguat , dan predisposisi genetik. Predisposisi lain = genu valgum, berlari di bukit,pelari jarak jauh.
Claw foot = kondisi di mana arcus longitudinal bagian medial meninggi secara abnormal. Pada umumnya oleh karena deformitas otot, seperti pada kaki penderita diabetes melitus yang mengalami neuropati dan atrofi otot kaki.
Clubfoot / CTEV ( Congennital Talipes Equino Varus) = deformitas yang diturunkan dengan angka kejadian 1 : 1000 kelahiran. Kaki terpuntir ke inferior, dan medial, dan sudut arcus pedis melebar.
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 237

ü  Genu varum, genu valgum,bunion :
      Genu varum = bow leg = peningkatan ruang antara kedua lutut oleh karena angulasi lateral tungkai  bawah terhadap tungkai atas.
      genu valgum = penyempitan ruang antara kedua lutut oleh karena angulasi medial tungkai  bawah terhadap tungkai atas.
      Hallux valgus = angulasi hallux menjauhi linea mediana . Terjadi oleh karena kebiasaan memakai sepatu sempit.
      Bunion = hallux valgus yang disertai deviasi lateral phalang proximal hallux dan deviasi medial metatarsal I.
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 237

ü  Anatomi permukaan lokasi penyuntikan pada pantat dan paha :
Pada regio glutea, pada aspek lateral, buat garis yang menghubungkan Tuberculum iliacum crista iliaca dengan puncak trochanter major, serta garis yang menghubungkan Spina Iliaca Anterior Superior dengan Spina Iliaca Superor posterior. Adanya kedua garis ini membagi regio glutealis lateralis menjadi 4 kuadran. Lokasi penyuntikan dilakukan pada kuadran anterosuperior oleh karena profundalnya terdapat m.gluteus medius yang tebal dan jauh dari n. gluteus superior.
Suntikan intragluteal dapat juga dilakukan pada bidang segitiga yang terbentuk oleh kedua jari yang diregangkan dan crista iliaca.
Suntikan intramuskuler ke dalam m. vastus lateralis ( paha lateral ) : setelah orientasi posisi femur, maka jarum suntik dimasukkan dengan arah transversal di atas tulang, kemudian dimasukkan ke dalam venter m.vastus lateralis, yaitu pada 1/3 tengah panjang femur (antara trochanter major dan epicondylus lateralis femur).
Ø  Sobotta Atlas Anatomi Manusia ed. 20 Bagian 2,hlm. 360-1 Gambar 1305-7





































II.  ARTHROLOGI

·         Definisi arthrologi, kinesiologi, dan articulatio
Arthrologi                         = ilmu yang mempelajari tentang sendi
Kinesiologi            = ilmu yang mempelajari gerak tubuh
Articulatio             = joint = arthrosis
                                                         = suatu titik kontak antara tulang dan tulang, tulang dan cartilago, tulang dan gigi.

·        Gerakan berbagai persendian
Berikut adalah gambar yang menunjukkan berbagai gerakan yang dihasilkan dari berbagai persendian.

Ø    Tortora Grabowski, hlm. 252 Gambar 9-10 : gerakan khusus

Ø  Tortora Grabowski hlm. 250 Gambar 9-7: abduksi dan adduksi
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 251 Gambar 9-8: sirkumduksi Gambar 9-9:  rotasi

Ø  Tortora Grabowski, hlm. 252 Gambar 9-10 : gerakan khusus
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 253 Tabel 9-2 Summary of synovial movements at synovial joints




















A. PERSENDIAN UTAMA ANGGOTA GERAK ATAS
     
1.   ARTICULATIO HUMERI
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 254-5, Sobotta Atlas Anatomi Manusia ed. 20 Bagian 1,hlm. 168 Gambar 297-8

DEFINISI  :
Articulatio bola dan mangkuk sendi yang dibentuk oleh caput humeri dan cavitas glenoidalis scapulae

KOMPONEN ANATOMIS :
1.      Kapsula artikularis
2.      Ligamentum coracohumeral
3.      Ligamentum glenoidalis
4.      Ligamentum humeral transversum
5.      Labrum glenoidalis
6.      4 bursa articularis

GERAKAN :
Fleksi, ekstensi, abduksi,adduksi, sirkumduksi, rotasi medial dan rotasi lateral
Keleluasaan gerakan ini disebabkan oleh karena longgarnya kapsula artikularis dan dangkalnya cavitas glenoidalis dibandingkan ukuran caput humeri. Kekuatan utama sendi ini adalah oleh karena apparatus rotatoar, yang terdiri dari tendo m. supraspinatus, m. infraspinatus, m. teres minor, dan m. subscapularis yang mengelilingi persendian ( kecuali pada bagian bawah) dan bergabung dengan kapsula artikularis. Apparatus rotatoar ini  bekerja sama untuk menahan caput humeri pada cavitas glenoidalis.
2.   ARTICULATIO CUBITI

DEFINISI :
Persendian engsel yang dibentuk oleh trochlea humeri, incisura trochlearis ulnae dan caput radii.

KOMPONEN ANATOMIS :
1.      kapsula articularis
2.      ligamentum collaterale ulnae
3.      ligamentum collaterale radii

GERAKAN : fleksi dan ekstensi antebrachii.
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 256, Sobotta Atlas Anatomi Manusia ed. 20 Bagian 1,hlm. 173 Gambar 312 &314
B. PERSENDIAN UTAMA ANGGOTA GERAK BAWAH

1.   ARTICULATIO  COXAE

DEFINISI :
Persendian bola dan mangkuk yang dibentuk oleh : caput femoris, dan acetabulum ossa coxae

KOMPONEN ANATOMIS :

1.      kapsula artikularis
2.      ligamentum iliofemorale
3.      ligamentum pubofemorale
4.      ligamentum ischiofemorale
5.      ligamentum capitis femoris
6.      labrum acetabuli (Oleh karena diameter rima acetabuli lebih kecil daripada caput femoris, dislokasi femur jarang dijumpai).
7.      ligamentum transversum acetabuli



GERAKAN :
Fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, sirkumduksi, rotasi medial, rotasi lateral
Stabilitas sendi ini disebabkan kapsula artikularis yang kuat dan ligamentum aksesorisnya, serta otot-otot yang kuat di sekitarnya.
Meskipun persendian ini merupakan sendi bola dan mangkuk sendi, namun gerakan tidak seluas articulatio humeri.
Ø  Fleksi dibatasi oleh permukaan anterior paha yang bersentuhan dengan dinding perut ketika lutut difleksikan dan oleh tegangan otot hamstring ketika lutut diekstensikan.
Ø  Ekstensi dibatasi oleh ligamentum iliofemorale dan ligamentum ischiofemorale.
Ø  Abduksi dibatasi oleh ligamentum pubofemorale.
Ø  Adduksi dibatasi oleh kontak dengan paha sisi lainnya dan tegangan dalam ligamentum capitis femoris.
Ø  Rotasi medial dibatasi oleh tegangan dalam ligamentum ischiofemorale.
Ø  Rotasi lateral dibatasi oleh tegangan dalam ligamentum iliofemorale dan pubofemorale.
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 257-8, Sobotta Atlas Anatomi Manusia ed. 20 Bagian 2,hlm. 278 Gambar 1163

2.   ARTICULATIO GENU

DEFINISI :
Merupakan persendian yang terbesar dan paling kompleks. Sebenarnya merupakan 3 persendian dalam satu cavum sinovial :
1.      Articulatio patellofemoralis intermedia = antara patella dan facies patellaris femur. Merupakan sendi planar
2.      Articulatio tibiofemoralis lateral = antara condylus lateralis femur, meniscus lateral, dan condylus lateralis tibiae. Merupakan modifikasi sendi engsel.
3.      Articulatio  tibiofemoralis medialis = antara condylus medialis femur, meniscus medialis, dan condylus medialis tibiae. Merupakan modifikasi sendi engsel.

KOMPONEN ANATOMIS :
1.      kapsula artikularis
2.      retinaculum medial dan lateral patellae
3.      ligamentum patellae
4.      ligamentum popliteum obliqua
5.      ligamentum poplitea arcuata
6.      ligamentum collaterale tibiae
7.      ligamentum collaterale fibulae
8.      ligamentum intracapsularis : ligamentum cruciatum anterius dan ligamentum cruciatum posterius.
9.      discus articularis (meniscus) : meniscus medial dan meniscus lateral
10.  bursa : prepatellaris, infrapatellaris, suprapatellaris.

GERAKAN :
Fleksi, ekstensi, rotasi medial (terbatas),rotasi lateral (pada posisi fleksi lutut)
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 259-60, 168 Gambar 1197


·         Aplikasi klinis :

ü  Cedera lutut :
Menempatkan beban berat terhadap lutut saat fleksi parsial lutut dapat menyebabkan meniscus terjebak antara tibia dan femur, hingga meniscus robek. Gejala : nyeri, terbatasnya gerakan, dan dapat berkembang menjadi masalah kronis dan berkembangnya  “ a trick knee” yaitu lutut yang terasa tak stabil. Kadang meniscus dapt terdengar dan terasa bergerak masuk dan keluar saat lutut diekstensikan.
Oleh karena ligamentum collaterale tibiae menempel kuat pada meniscus medialis, robeknya ligamen sering menyebabkan robeknya meniscus dan rusaknya ligamentum cruciatum anterius. Pada 70 % cedera lutut yang serius, terjadi ligamentum cruciatum anterius ini teregang atau robek.
Cedera lutut yang lebih jarang yaitu fraktur patella. Patella dapat terluka melalui beberapa cara :
-          jika tungkai bawah diimobilisasi saat berusaha untuk mengekstensikan lutut, otot-otot cukup kuat untuk menarik patella ke proksimal.
-          Benturan langsung terhadap facies anterior patella
Terapi fraktur patella sulit dan penyembuhannya memakan waktu.
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 244, Sobotta Atlas Anatomi Manusia ed. 20 Bagian 2,hlm. 292 Gambar 1201

ü  Sprain dan strain :
      Sprain = terpilin/terpuntirnya sendi sehingga meregangkan / merobek ligamen,tetapi tidak trjadi dislokasi tulang. Terjadi ketika ligamentum terbeban melebihi kapasitasnya. Dapat terjadi robekan pembuluh darah, otot, tendo dan saraf. Tanda : pembengkakan, terbatsnya gerakan , dan nyeri. Predileksi ; pergelangan kaki dan punggung bawah.
     
      Strain = keadaan yang kurang serius dibanding sprain. Terjadi oleh karena teregangnya /terobeknya sebagian otot ketika otot berkontraksi secara mendadak dengan kekuatan penuh. Misal pada pelari jarak pendek yang meningkatkan kecepatan larinya secara mendadak.
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 245


ü  Bursitis :
      Inflamasi akut/kronis bursa sendi. Etiologi : trauma, infeksi, rhematoid arthritis, penggunaan berlebihan persendian. Gejala : nyeri, bengkak, dan terbatasnya gerakan.
Bursitis olecrani : pembengkakan dan inflamasi bursa olecrani oleh karena trauma/ rheumatoid arthritis/ arthritis gout. Pembengkakan terjadi superfisial prcessus olecrani. Student’s  elbow :  bursitis olecrani yang terjadi akibat siku yang digunakan untuk bertumpu terlalu lama, misalnya saat membaca sambil bertopang dagu.
Housemaid knee : inflamasi bursa prepatellaris pada orang yang sering berlutut
Ø  Tortora Grabowski, hlm.   247
ü  Sinovitis / Arthritis articulatio cubiti :
Inflamasi membran sinovial  atau cairan dapat dirasakan pada sulcus yang terbentuk antara processus olecrani dengan kedua epicondylus humeri. Pada palpasi pembengkakan terasa nyeri dan dapat dirasakan adanya fluktuasi.
Ø  Barbara Bates hlm. 461

ü  Epikondilitis lateralis tennis elbow :
Akibat ekstensi yang terlalu sering dari pergelangan tangan atau pronasi dan supinasi dari antebrachii. Nyeri bertambah saat ekstensi pergelangan tangan.
Ø  Barbara Bates hlm. 461

ü  Epikondilitis medialis = Pitcher’s / little League elbow :
Akibat fleksi yang terlalu sering dari pergelangan tangan atau pronasi dan supinasi dari antebrachii. Nyeri bertambah saat fleksi pergelangan tangan.
Ø  Barbara Bates hlm. 461

ü  Rheumatism, Rheumatoid arthritis, Osteoarthritis, Arthritis Gout
      Rheumatism = istilah untuk setiap gejala nyeri pada struktur penyangga tubuh (tulang, otot,ligamentum,tendo)
      Arthritis = bentuk rheumatism di mana persendian telah terinflamasi.
      3 kelas utama arthritis =
1. rheumatoid arthritis = menyerang sendi kecil, merusak kartilago persendian. Dijumpai pannus, erosi kartilago artikularis, dan osteosklerosis.
2. osteoarthritis = menyerang sendi yang besar, penyangga berat badan. Terjadi kerusakan kartilago artikularis sehingga ujung kedua tulang pembentuk persendian saling bertemu. Dapat dijumpai adanya osteofit/ spur, yaitu pembentukan tulang baru berbentuk taji pada bagian tulang yang menderita beban berat badan.


2.      arthritis gout = adanya akumulasi kristal asam urat pada persendian. Serangan pertama biasanya mengenai articulatio metatarsophalangeaI yang disebut podagra.
Ø  Tortora Grabowski, hlm. 264
Ø  Palmer,dkk. Petunjuk Membaca Foto Untuk Dokter Umum hlm. 122-3


III.       MIOLOGI (Pembahasan lebih lanjut selama perkuliahan)
Otot-otot yang perlu diketahui pada:

A.    ANGGOTA GERAK ATAS (MEMBRUM SUPERIOR)

o   Cingulum membri superior
(bekerja pada articulatio humeri)
m. Deltoideus : Fleksor, ekstensor, abduktor brachium

o   Regio brachii
(bekerja pada articulatio cubiti)
m. Biceps brachii: fleksor antebrachium
m. Triceps brachii: ekstensor antebrachium

o   Regio antebrachii
(bekerja pada articulatio manus)
m. Palmaris longus, m. Fleksor digitorum : fleksor manum
m. Ekstensor digitorum: ekstensor manum
m.Pronator teres, m. Pronator quadratus:pronasi antebrachium
m. Supinator: supinasi antebrachium

B.     ANGGOTA GERAK BAWAH (MEMBRUM INFERIOR)

o   Cingulum membri inferior
(bekerja pada articulatio coxae)
m. Gluteus medius: abduktor femur
m. Iliopsoas: fleksor femur
m.Tensor fascia lata (tractus iliotibialis): abduktor femur
m. Gracillis: abduktor femur

o   Femur
(bekerja pada articulatio genu)
m. Quadratus femoris: ekstensor cruris
m. Biceps femoris: fleksor cruris

o   Cruris
(bekerja pada articulatio pedis)
m.Tibialis anterior: dorsofleksi pedis
m. Tibialis posterior: plantarfleksi pedis
mm. Peronei: eversi pedis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar