Senin, 09 April 2012

Jadwal Pendaftaran UIN Sunan Kalijaga

JADWAL PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2012
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA


1.      SNM-PTN
Jalur penerimaan mahasiswa baru yang dipersiapkan dan dikoordinasikan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Tinggi Negeri (PTN).
Prosedur dan persyaratan jalur ini selengkapnya dapat diakses di halaman snmptn.ac.id
a.      Jalur Undangan
Jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan acuan prestasi, baik akademik maupun non akademik, bagi mahasiswa yang masih duduk di kelas terakhir (XII) MA/SMA/SMK dan yang sederajat.
b.      Jalur Ujian Tulis
Jalur Penerimaan mahasiswa baru bagi siswa lulusan MA/SMA/SMK dan yang sederajat yang lulus pada tahun 2011 dan 2012.

2.      SPMB-PTAIN
Jalur Penerimaan mahasiswa baru yang dikelola dan dikoordinasikan oleh Panitia Pusat SPMB Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) di bawah naungan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Prosedur dan persyaratan jalur ini selengkapnya dapat diakses di laman spmb-ptain.ac.id
a.      Jalur Ujian Tulis
Jalur Penerimaan mahasiswa baru bagi siswa lulusan MA/SMA/SMK Diniyah (Mu’adalah) / Pendidikan Kesetaraan Paket C yang lulus pada tahun 2010, 2011, dan 2012-04-09
b.      Jalur Bidik Misi (prosedur dan syarat pendaftaran menunggu pengumuman dari Kemeterian Agama)
Jalur penerimaan mahasiswa baru yang diperuntukan bagi calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu (miskin) tetapi memiliki prestasi akademik maupun non akademik.
3.      Reguler
Jalur Penerimaan mahasiswa baru bagi siswa lulusan MA/SMA/SMK dan yang sederajat, yang lulus pada tahun 2012 dan dua tahun sebelumnya yang dikelola langsung oleh UIN Sunan Kalijaga.
4.      Mandiri
Jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru swadana bagi lulusan MA/SMA/SMK dan sederajat yang memiliki kemampuan khusus namun tetap melalui seleksi akademik. Jalur ini hanya dibuka untuk prodi Teknik Informatika (TI) Fakultas Sains dan Teknologi dan Prodi Keuangan Islam (KUI) Fakultas Syariah dan Hukum.

PERSYARATAN PENDAFTARAN :

1.      Persyaratan Umum Jalur Reguler dan Mandiri
a.      Maksimal usia ijazah 3 tahun : lulusan 2010, 2011, dan 2012 (Untuk Jalur Mandiri tidak ada batasan usia)
b.      Maksimal usia calon mahasiswa 25 tahun (Untuk Jalur Mandiri tidak ada batasan)
c.       Membayar biaya ujian masuk di Bank Mandiri sebesar Rp. 200.000
d.      Peserta mendaftar secara online di laman http://pmb.uin-suka.ac.id
e.      Validasi dokumen
f.        Mengikuti Tes/Seleksi sesuai jadwal
2.      Persyaratan Khusus
a.      Fakultas Sains dan Teknologi
-          Lulusan SMA/MA jurusan IPA atau SMK jurusan IPA atau Teknik
-          Tidak Buta Warna (Khusus Prodi Biologi, Pendidikan Biologi, Kimia, Pendidikan Kimia, Fisika, Pendidikan Fisika dan Teknik Industri)
-          Dianjurkan memiliki Laptop (Khusus Prodi Teknik Informatika baik reguler maupun kelas mandiri)
b.      Fakultas Sosial dan Humaniora
-          Tidak Buta Warna (Khusus Prodi Psikologi)
-          Jalur Mandiri
c.       Bersedia membayar dana pendidikan sesuai ketentuan Jalur Mandiri
3.      Untuk informasi PMB UIN Sunan Kalijaga selengkapnya dapat diakses secara online di laman resmi UIN SUNAN KALIJAGA http://pmb.uin-suka.ac.id


JADWAL PENDAFTARAN

Jalur
Masa Pendaftaran
Seleksi/Tes
Pengumuman
SNMPTN
Jalur Undangan
1 Februari – 8 Maret 2012
9 Maret – 15 Juni 2012
25 Mei 2012
Ujian Tulis
10 mei – 31 mei 2012
12 Juni – 13 Juni 2012
7 Juni 2012
SPMB-PTAIN
Ujian Tulis
1 Mei – 15 Juni 2012
19 Juni 2012
13 Juli 2012
Bidik Misi
1 Mei – 15 Juni 2012
19 Juni 2012
13 Juli 2012
Jalur Reguler I
14 Mei – 29 Juni 2012
10 Juli 2012
16 Juli 2012
Jalur Reguler II
9 Juli – 27 Juli 2012
31 Juli 2012
10 Agustus 2012
Jalur Mandiri
18 Juni – 27 Juli 2012
31 Juli 2012
10 Agustus 2012
“ Jadwal dapat berubah sesuai perkembangan”
1.      Untuk Informasi Program Pendidikan
2.      Info Beasiswa

Bisa di lihat di website Resmi UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA http://pmb.uin-suka.ac.id

NB : Mohon maaf informasi ini diberuntukan untuk teman-teman yang belum sempat dapat folmulir dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Senin, 19 Maret 2012

Tujuan Akhlak Tasawuf

TUJUAN AKHLAQ TASAWWUF
                   Tujuan mempelajari ilmu Akhlaq dan permasalahannya menyebabkan kita dapat menetapkan sebagaian perbuatan lainnya sebagai yang baik dan sebagaian perbuatan lainnya sebagai yang buruk. Bersikap adil termasuk baik, sedangkan berbuat zalim termasuk perbuatan buruk, membayar utang kepada pemiliknya termasuk perbuatan baik, sedangkan mengingkari utang termasuk perbuatan buruk.
    Selanjutnya Mustafa Zahri mengatakan bahwa tujuan perbaikan akhlaq itu, ialah untuk membersihkan kalbu dari kotoran-kotoran hawa nafsu dan amarah sehingga hati menjadi suci bersih, bagaikan cermin yang dapat menerima Nur cahaya Tuhan.

B.   FUNGSI ILMU AKHLAQ
        Keteranagan tersebut memberi petunjuk bahwa  Ilmu Akhlaq berfungsi memberikan panduan kepada manusia agar mampu menilai dan menentukan suatu perbuatan untuk selanjutnya menetapkan bahwa perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang baik atau yang buruk.
     Selanjutnya karena Ilmu Akhlaq menentukan criteria perbuatan yang baik dan yang buruk, serta perbuatan apa saja yang termasuk perbuatan yang baik dan yang buruk itu, maka seseorang yang mempelajari ilmu ini akan memiliki pengetahuan tentang kriteria perbuatan yang baik dan yang buruk itu, dan selanjutnya ia akan banyak mengetahui perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk.
       Dengan mengetahui yang baik ia akan terdorong untuk melakukannya dan mendapatkan manfaat dan keuntungan darinya, sedangkan dengan mengetahui yang buruk ia akan terdorong untuk meninggalakannya dan ia akan terhindar dari bahaya yang menyesatkan.
      Selain itu ilmu akahlaq juga akan berguna secara efektif dalam upaya membersihkan diri manusia dari perbuatan dosa dan maksiat. Diketahui bahwa manusia memiliki jasmani dan rohani. Jasmani dibersihkan secara lahiriyah melalui fiqih, sedangkan rohani dibersihkan secara batiniyah melalui akhlaq.

      Jika tujuan Ilmu Akhlaq tersebut dapat dicapai, maka manusia akan memiliki kebersihan batin yang pada gilirannya melahirkan perbuatan yang terpuji. Dari perbuatan yang terpuji ini akan lahirlah keadaan masayarakat yang damai, harmonis, rukun, sejahtera lahir dan batin, yang memumingkinkan ia dapat beraktivitas guna mencapai kebahagaiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat.

       Ilmu akhalaq atau akahlaq yang mulia juga berguna dalam mengarahkan dan mewarnai berbagai aktivitas kehidupan manusia di segala bidang. Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju yang disertai dengan akahlaq yang mulia, niscaya ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang ia memilikinya itu akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebaikan hidup manusia. Sebaliknya orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi modern, memiliki pangkat harta, kekuasaandan sebagainya namun tidak disertai dengan akhlaq yang mulia, maka semuanya itu akan disalahgunakan yang akibatnya akan menimbulkan bencana di muka bumi.

     Demikian juga dengan mengetahui akhlaq yang buruk serta bahaya-bahaya yang akan ditimbulkan darinya, menyebabkan orang enggan untuk melakukannya dan berusaha menjahuinya. Orang yang demikian pada akhirnya akan terhindar dari berbagai perbuatan yang dapat membahayakan dirinya.
      Dengan demikian secara ringkas dapat dikatakan bahwa Ilmu Akhlaq bertujuan untuk memberikan pedoman atau penerangan bagi manusia dalam mengetahui perbuatan yang baik atau yang buruk. Terhadap perbuatan yang baik ia berusaha melakukannya, dan terhadap perbuatan yang buruk ia berusaha untuk menghindarkannya.

C.FUNGSI AKHLAK TASAWUF:
1.      Fungsi Umum
Secara umum fungsi tasawuf dapat di lihat dari dua aspek yaitu, pertama menyangkut kesejarahan akhlak tasawuf sejak lahir dan paradigmanya masih tersisa sampai sekarang dan kedua,memotret realitas fungsi akhlak tasawuf yang ditangkap oleh manusia modern dewasa ini.

a)              Untuk aspek pertama yaitu menyangkut kesejarahan akhlak tasawuf sejak lahir dan paradigmanya masih tersisa sampai sekarang maka akhlak tasawuf akan berfungsi sebagai:
1)      Mengembalikan akhlak Rosulullah Saw  menjadi acuan sehari-hari umat Islam.Akhlak Rosulullah harus menjadi koridor umat Islam terutama dalam mengarungi lautan kenikmatan dan kemewahan kehidupan duniawi, agar tidak kebablasan.
2)      Menyeimbangkan kehidupan duniawi yang serba hingar binger dengan kehidupan spiritual yang serba teduh dan hening.Memasukkan nilai spiritualitas dalam setiap sector kehidupan.

b)      Aspek kedua memotret realitas fungsi akhlak tasawuf yang ditangkap oleh manusia modern dewasa ini.Akhlak tasawuf berfungsi sebagai:
1)      Peneduh jiwa karena hilangnya kebermaknaan hidup dalam zaman kemajuan ilmu dan teknologi.Dalam masyarakat yang sudah maju, nampaknya mulai timbul kemuakan dan kebosanan serta rasa kekosongan makna hidup yang luar biasa.Orang-orang dewasa ini seolah-olah telah dimanjakan  oleh keadaan.Mereka menjadi kurang tertantang.Dalam kondisi jiwa dan psikologis seperti ini nampaknya fungsi pertama dari aspek kedua ini menjadi niscaya.Orang mengatakan hilangnya kebermaknaan hidup ini pasti mengiringi sebuah proses kemajuan yang secaraterus menerus akan diusahakan dan diraih oleh umat manusia, baik pada kini maupun masa mendatang.

2)      Pengeram psikologis dari kehidupan yang diwarnai penuh persaingan(kompetisi). Dalam suasana seperti bagi kelompok yang kurang kuat dalam bersaing, sementara tuntutan untuk bersaing juga tidak surut, maka timbullah stress (tekanan psikologis yang berat). Dalam kondisi orang seperti ini maka akhlak tasawuf merupakan medium untuk mengendorkan ketegangan fisiknya.Di sinilah fungsi kedus akhlak tasawuf untuk aspek kedua ini menjadi niscaya.


3)      Penguat kesadaran kebersamaan hidup. Pada zaman yang maju dalam hal ekonomi, ilmu, teknologi rasa keakuan (egoisme) cenderung menguat tajam.Bisa dikatakan citra individualism menguasai di seluruh sector kehidupan.Karena egoisme meninggi, maka rasa keterancaman menjadi menguat.Dalam keadaan seperti ini keadaan psikologis menjadi meninggi,maka timbullah kecemasan  (anxety), bahkan ketakutan (phobia).Karena itu orang menjadi haus pemecahan apa yang harus dilakukannya.Akhlak tasawuf mengajarkan perlunya kesadaran kebersamaan dalam kehidupan.Jika  kesadaran kebersamaan hidup  ini berhasil dihayati dan dibiasakan dalam kehidupan, maka kecemasan dan ketakutan akan menurunn drastic.Ketika mengahadapi orang lain maka tiidak dianggap sebagai lawan atau musuh yang akan menyerangnya, melainkan sebagai calon kawan untuk berbagi pendapat dan perasaan.


Ada sebuah tantangan untuk fungsi aspek kedua akhllak tasawuf, yaitu adanya opini baru dengan munculnyaapa yang disebut “etika global”. Konsep ini pertama kali dirilis oleh Hans Kung guru besar kajian agama di Universitas Tubingen Jerman.Gagasan ini lalu dideklarasiakan dalam forum pertemuan Parlement of the World’s Religions (Parlenen agama- agama dunia). Dalam menhadapi etika global seperti ini, maka sudah semestinya studi akhlak tasawuf harus bekerja keras agar tidak kalah lajunya dalam menhadapi perkembangan kemajuan dunia dengan segala perubahan social yang ada di dalamnya.Adalah tidak dapat diterima kalau dalam Al Qur’an dinyatakan bahwa Islam ( dengan symbol kerosulan Muhammad)   adalah rahmatan lil ‘alamin  lalu daya akhlak tasawuf hanya terbatas lingkupnya umat Islam saja.Parlemen Agama- agana Dunia ketika merumuskan deklarasi etika global berdasar kerjasama internasional secara organisatoris yang rapid an terencana. Barangkali kuncinya terletak pada niat bulat, kemauan kerja keras dan manajemen kerja secara organisatoris yang rapi  dadn terencana dengan baik.Inilah tantangan masa depan akhlak tasawuf untuk masyarakat dunia modern seperti sekarang ini ataupun untuk masa depan.

2.      Fungsi Khusus
Fungsi akhlak tasawuf secara khusus adalah berkaitan dengan kesehatan mental atau jiwa manusia. Fungsi tersebut di antaranya adalah:

1)      Membersihkan hati dalam berhubungan dengan Allah.
Hubungan manusia dengan Allah tidak akan mencapai sasarannya jika tidak dengan kebersihan  hati dan selalu ingat dengan Sang Penciptanya. Misalnya, dalam shalat, shalat diperintahahkan Tuhan, karena efeknya adalah mencegah manusia dari berbuat tudak baik. Efek ini tidak dapat dicapai oleh manusia jika shalat dikerjakan tidak dengan penuh keikhlasan dan kekhusukan.Seperti hadits nabi:
Artinya” berapa orang yang berdiri shalat, yang bagian dari shalatnya hanya penat dan letih semata.(HR Baihaqi).
Maksud hadits di atas adalah sesuatu yang menjadikan shalatnya sia-sia yaitu karene kekurangan syarat batin dalam shalat yaitu ikhlas, khusyu’, dan khudu’. Dan untuk menumbuhkan yang demikian itu harus mempelajari ilmu akhlak tasawuf.

2)      Membersihkan jiwa dan pengaruh materi.
Kebutuhan manusia bukan hanya pemenuhan tubuh materi saja,  tetapi dia mempunyai batin yang disebut jiwa yang memerlukan kebutuhan juga.Kebutuhan lahiriyah menusia erat kaitannya dengan jiwanya.Kebutuhan lahiriyah ini timbul karena dorongan jiwanya untuk mempertahankan dan melindungi tubuh dari bahaya yang dapat merusaknya, missal panas, dingin, dsb.Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan manusia dari godaan materi adalah dengan membersihkan jiwanya.Jalan untuk itu adalah dengan pelajaran agama, yaitu pada bidang akhlak tasawuf.

3)      Menerangi jiwa daari kegelapan
Masalah materi sering menjadi sangat besar pengaruhnya atas jiwa manusia.Penyakit-penyakit seperti resah, cemas,patah hati  hanyaa dapat disembuhkam degan obat yang datang dari ajaran agama, khususnya ajaran yang berobyekkan batin manusia yaitu akhlak tasawuf.

4)      Memperteguh dan menyuburkan keyakinan beragama.
Hati akan teguh di dalam keyakinannya bila selalu disirami dengan pelajaran-pelajaran yang bersifat ruhaniyah.

5)      Mempertinggi akhlak manusia
Dengan memiliki hati yang suci dan bersih maka akan semakin tinggi akhlak manusia.




Adapun fungsi mempelajari akhlak tasawuf yang sifatnya lebih teknis adalah sebagai berikut:
1)      Untuk meningkatkan kemajuan  rohani
2)      Untuk menuntun kea rah kebaikan.
3)      Untuk menopang kesempurnaan iman.
4)      Untuk mempertajam tanggung jawab eskatologis, yaitu hal- hal yang menyangkut tentang mati, seperti hari kiamat beserta perangkatnya (dosa, pahala, surge,neraka. Dan lain sebagainya).
5)      Untuk mempertajam tanggung jawab terhadap sesama dalam kehidupan.
6)      Untuk menjaga martabat kemanusiaan seseorang

D. KOMPONEN AKHLAQ TASAWWUF

      Untuk melihat lebih jauh tentang tasawwuf dan lebih meyakinkan bahwa ia lahir dari ajaran islam itu sendiri (bukan atas pengaruh non-islam) dapatlah kita pelajari satu persatu atau maqam per maqom dari maqamat yang harus ditempuh oleh seorang sufi :

a.       Zuhud : terpenting bagi seorang sufi atau calon sufi ialah zuhud, yakni kerelaan meninggalkan kehidupan duniawi(materii). Sebelum menjadi sufi, seorang muslim tidak boleh tidak harus menjadi zahid. Barulah kemudian ia memasuki dunia sufisme dengan menempuh maqam-maqam berikutnya yang lebih tinggi.

b.      Mahabbah : kata mahabbah yang berarti cinta, maka dimaksud dalam pandangan sufisme ialah cinta Allah, dalam pengertian lain :
Ø  Memeluk kepatuhan kepada Allah dan membenci segala sikap menentang kepadaNYA.
Ø  Menyerahkan diri secara total kepadaNYA yang dicintai.
Ø  memenuhinya hanya dengan diriNYA yang dicintainya.


c.       Ma’rifat : sebagaimana halnya dengan mahabbah,  ma’rifat kadang dipandang sebagai maqam dan kadang dipandang sebagai hal. Al Junaidi sendiri pernah menyebut ma’rifat sebagai maqam.karena antara mahabbah dan ma’rifat hamper sama yang menggambarkan hubungan dekat antara seorang sufi dan Allah.

d.      Fana dan Baqa : pada maqam ma’rifat, sang sufi telah melihat Tuhan dengan matahatinya. Ia telah sangat dekat denganNYA, namun belum bersatu (ittihad) denganNYA. Dalam artian, persatuan mistik. Dan untuk mencapai ke maqam ittihad, seorang sufi harus terlebih dahulu meniadakan dirinya (fana). Karena selama ia masih sadar akan dirinya, ia takkan dapat bersatu dengan Tuhan.

e.       Ittihad : Berbicara tentang maqam ittihad dan seterusnya hulul dan tauhid, seakan kita berada di lapangan yang kurang terang dari ilmu tasawwuf. Karena ketiganya dipandang oleh ulama syariat sebagai penyimpangan ajaran islam. Sehingga al hallaj pun mati dibunuh lantaran mengembangkan paham hulul. Maka kaum sufi yang memiliki pham-paham yang ketiga itu sengaja menjauhi pembicaraan terbuka tentangnya, karena takut mengalami nasib tragis seperti yang menimpa al hallaj.

f.       Hulul : bentuk hulul, dalam dunia sufiesme dikenalkan oleh husein bin mashur al hallaj yang lahir di Persia pada tahun 858M dan kemudian menetapkan di Baghdad. Pada tahun 922 ia dihukum bunuh dan setelah jasadnya tak bernyawa, ia dibakar. Kemudian debunya dibuang ke sungai Tigris.

g.      Wahdah al-Wujud : wahdah al-wujud berarti kesatuan wujud. Istilah al-haq dan khalq di sini merupakan sinonim kata dari al’irdl (accident) dan aljawhar (substance)dan dari kata al-dhahir dan al-bathin. Maka tiap-tiap sesuatu atau segala yang ada mempunyai dua aspek. Aspek luar (al-dhahir) berupa irdl dan kholq yang memiliki sifat ke makhlukan. Sedangkan aspek dalam al-bathin merupakan jawhar dan al-haq yang memiliki sifat ketuhanan.wal hasil, dalam setiap yang berwujud terdapat sifat kemakhlukandan sifat ketuhanan.

Timbulnya Akhlak Tasawuf

1.      TIMBULNYA TASAWUF
Tentang kapan awal munculnya tasawuf Ibnul Jauzi mengemukakan, istilah sufi muncul sebelum tahun 200 H. Ketika pertama kali muncul banyak orang yang membicarakannya dengan berbagai ungkapan. Alhasil, tasawuf dalam pandangan mereka merupakan latihan jiwa dan usaha mencegah tabiat dari akhlak-akhlak yang hina lalu membawanya ke akhlak yang baik, hingga mendatangkan pujian di dunia dan pahala di akhirat.
Menurut al- Dzahabi, istilah sufi mulai dikenal pada abad ke- 2 H, tepatnya tahun 150 H. Orang yang dianggap memperkenalkan istilah ini kepada dunia Islam adalah Abu Hasyim al- Sufi atau akrab disebut juga Abu Hasyim al- Kufi. Tetapi pendapat lain menyebutkan bahwa tasawuf baru muncul di dunia Islam pada awal abad ke- 3 H yang dipelopori oleh al- Kurkhi, seorang masihi asal Persia. Tokoh ini mengembangkan pemikiran bahwa cinta kepada Allah SWT adalah sesuatu yang tidak diperoleh dari belajar, melainkan karena faktor pemberian dan keutamaan dari-Nya. Adapun tasawuf baginya adalah mengambil kebenaran-kebenaran hakiki. Tesis ini kemudian menjadi suatu asas dalam perkembangan tasawuf di dunia Islam. Beberapa tokoh lainnya yang muncul pada periode ini adalah al- Suqti (253 H), al- Muhasibi (243), dan Dzunnun al- Hasri (245).
Tasawuf kemudian semakin berkembang dan meluas ke penjuru dunia Islam pada abad ke-4 dengan sistem ajaran yang semakin mapan. Belakangan, al- Ghazali menegaskan tasawuf atau hubbullah sebagai keilmuan yang memiliki kekhasan tersendiri di samping filsafat dan ilmu kalam. Pada abad ke- 4 dan ke- 5 H inilah konflik pemikiran terjadi antara kaumsufi dan para fuqaha. Umumnya, kaum sufi dengan berbagai tradisi dan disiplin spiritual yang dikembangkannya dipandang oleh para fuqaha sebagai kafir, zindiq dan menyelisihi aturan-aturan syariat. Konflik ini terus berlanjut pada abad berikutnya, terlebih lagi ketika corak falsafi masuk dalam tradisi keilmuan tasawuf dengan tokoh-tokohnya seperti Ibn al-‘Arabi dan Ibn al- Faridl pada abad ke- 7 H. Realitas inilah yang kemudian menimbulkan pembedaan dua corak dalam dunia tasawuf, yaitu antara tasawuf ‘amali (praktis) dan tasawuf nazari (teoritis). Tasawuf praktis atau tasawuf sunni atau akhali merupakan bentuk tasawuf yang memagari diri dengan Al-Qur’an dan al- Hadits secara ketat dengan penekanan pada aspek amalan dan mengkaitkan antara ahwal dan maqamat. Sedangkan tasawuf toeritis atau tasawuf falsafi cenderung menekankan pada aspek pemikiran metafisik dengan memadukan antara filsafat dengan ketasawufan.
Di antara tokoh yang dianggap sebagai pembela tasawuf sunni adalah al- Haris al- Muhasibi (243 H), al- Junaid (298 H), al- Kalabadzi (385 H), Abu Thalib al- Makki (386 H), Abu al- Qasim Ab al- Karim al- Qusyaeri (465 H), dan al- Ghazali (505 H). Sedangkan tokoh yang sering disebut sebagai penganut tasawuf falsafi adalah Abu Yazid al- Bustami (261 H), al- Hallaj (309 H), al- Hamadi (525 H), al- Suhrawardi al- Maqtul (587 H) dengan puncaknya pada era Ibn ‘Arabi.
Diprediksi bahwa kemunculan pemikiran tasawuf adalah sebagai reaksi terhadap kemewahan hidup dan ketidakpastian nilai. Tetapi secara umum pada masa awal perkembangannya mengacu pada tiga jalur pemikiran, yaitu:
a.       Gagasan tentang keshalehan yang menunjukkan keengganan terhadap kehidupan urban dan kemewahan.
b.      Masuknya Genostisisme Helenisme yang mendukung corak kehidupan pertapaan daripada aktif di masyarakat.
c.       Masuknya pengaruh Buddisme yang juga memberi penghormatan pada sikap anti dunia dan sarat dengan kehidupan asketisme.

Dari segi sejarah, sufisme sebenarnya dapat di baca dalam 2 tingkat:
a.    Sufisme sebagai semangat atau jiwa yang hidup dalam dinamika masyarakat muslim.
b.    Sufisme yang nampak melekat bersama masyarakat melalui bentuk-bentuk kelembagaan termasuk tokoh-tokohnya.
Perluasan wilayah kekuasaan Islam tidak semata-mata berimplikasi pada penyebaran syiar Islam melainkan juga berimbas pada kemakmuran yang berlimpah ruah. Disintegrasi sosial yang parah mempengaruhi umat mencari pedoman doktrinal yang mampu memberi mereka ketenangan jiwa sekaligus memberi kesadaran yang mengukuhkan iakatan yang damai sesama muslim di antara mereka. Secara garis besar perkembangan tarekat dapat dibaca melalui 3 tahapan, yaitu:
a.       Khanaqah, yakni terbentuknya komunitas syaikh murid dalam aturan yang belum ketat untuk melakukan disiplin-disiplin spiritual tertentu.
b.      Tariqah, yakni perkembangan lebih lanjut di abad berikutnya dimana formulasi ajaran-ajaran, peraturan dan metode-metode ketasawufan mulai terbentuk mapan.
c.       Taifa, yakni masa persebaran ajaran dan pengikut dari suatu tarekat yang melestarikan ajaran syikh tertentu.
Tarekat-tarekat sufi antara lain:
a.       Tiijaniyah
b.      Qodiriyah
c.       Naqsyabandiyah
d.      Syadzaliyah
e.       Rifa’iyah
f.       Dll
Dan ada di antara tarekat-tarekat ini yang sudah bubar, akan tetapi sekarang kita menemukan tareka-tarekat lain yang tidak terlalu terkenal dengan pengikut yang sangat sedikit dan penyebarannya juga lambat.

Terdapat 3 sasaran antara dari tasawuf, yaitu:
a.       Pembinaan aspek moral.
b.      Ma’rifatullah melalui metode kasyf al- hijab.
c.       Bahasan tentang sestem pengenalan dan hubungan kedekatan antara Tuhan dan makhluk. Dekat dalam hal ini dapat berarti: merasakan kehadiran-Nya dalam hati, berjumpa dan berdialog dengan-Nya, ataupun penyatuan makhluk dalam iradah Tuhan.

a)      Di antara Ucapan-Ucapan Tokoh Kaum Sufi
1)      Ibnu Arabi, salah satu tokoh utama kaum sufi meyakini bahwa Allah itu makhluk. Hal itu diketahui melalui ucapannya: “Maka ia memujiku dan Aku memujiNya, dan Ia menyembahku dan aku menyembahNya.
2)      Al- Junaid, mensyaratkan bagi para pemula agar tidak menyibikkan hatinya dengan 3 hal, yaitu: usaha (bekerja, mencari hadits dan kawin).
3)      Al- Hallaj, mengaku bahwa telaj turun kepadanya risalah-risalah yang banyak dengan tulisan Allah ‘azza wa jalla.

2.      SUMBER-SUMBER TASAWUF
1)      Al- Qur’an
Sebagai patokan hukum agama Islam, Al- Quran di dalamnya terdapat nash-nash yang juga mengupas tentang akhlak tasawuf. Istilah akhlak tasawuf terdiri dari 2 kata, yaitu akhlak dan tasawuf. Berikut ini akan dipaparkan sumber dari Al- Qur’an mengenai akhlak dan tasawuf.

a.       Akhlak
Dalam Al- Qur’an kata yang berkaitan dengan akhlak diantaranya adalah Q.S. Asy- Syu’ara: 137, yang berbunyi:

إِنْ هَذَا إِلَّا خُلُقُ الْأَوَّلِينَ
Artinya: (Agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-oang terdahulu.
Lalu dalam Q.S. Al- Qalam:4, yang berbunyi:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya: Sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah orang yang berakhlak sangat mulia.
Dua ayat ini, baik dilihat dari asal kata dan muatan kata, dapat dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa istilah akhlak memang terdapat dalam Al-Qur’an.
Dua ayat ini, baik dilihat dari asal kata dan muatan kata, dapat dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa istilah akhlak memang terdapat dalam al-Qur’an.

b.      Tasawuf
Terdapat dalam Q.S Yusuf: 20, yang berbunyi:

وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُواْ فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ
Artinya: Dan mereka menjual yusuf dengan harta yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka (anggota kafilah dagang) merasa tertarik hari mereka terhadapnya (Yusuf).


2)      Hadits
            Pada penjelasan hadits ini diuraikan sumber-sumber dari al- Hadits yang berkaitan dengan akhlak tasawuf.
Hadits yang berkaitan dengan akhlak tasawuf.
a.     Akhlak
Istilah akhlak yang berkaitan dengan al-Hadits memang ada dasarnya. Di sini akan dikutipkan salah satu hadits yang secara eksplisit menyinggung istilah akhlak.
Nabi bersabda: “ Bahwasanya aku dibangkitkan (diutus) adalah untuk menyempurnakan keluhuran akhlak. (HR. Baihaqy)”.
                                                                           
b.    Tasawuf
Hadits yang mengenai tasawuf, yaitu:
Artinya: Sungguh adalah dalam diri Rasulullah itu bagimu sebagai suri tauladan dan baik (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Akhir dan dia banyak menyebut Allah.